Monday, February 12, 2018

Tentang Kita

Selalu kupertanyakan pada diriku, apa makna hidupku hingga saat ini kumenuliskannya. Sebaik apapun matamu memandang seseorang di depanmu tetap saja ada hal yang tidak kau ketahui darinya. Mau darimana kamu memalingkan wajah darinya. Senyum kecilmu sudah ketahuan. Kau memang mencintainya.
Aku bukan kata-kata indah mengalun dalam puisimu. Aku juga bukanlah visualisasi masa depanmu saat kau mencoba memejamkan matamu. Lalu kuingin katakan padamu, bukankah bunga itu lebih indah dari apa yang kau lihat di sampingmu sekarang? Lalu kubertanya lagi, pernahkah ada pujian, walau sedikit? Walau hanya tertahan di bibir dan sampai tak dapat kau ucapkan. Bukankah aku sudah mampu menebaknya.

Aku selalu membangun senyum indah ketika sepasang mata itu mulai menatap. Seakan wajahnya tak merespon. Seakan hatinya tak bergetar, dan seakan jiwanya tak merasakan kesenangan. Kau hanya bersikap sangat biasa. Sedang aku yang ingin selalu tertawa melihat ekspresi datar itu. Apakah mata dan raut wajah itu mampu begitu lihai menyembunyikan perasaannya. Karena kau pasti mengerti bagaimana rasa rindu dipendam begitu dalam dan sangat lama. Seburuk apapun mood yang dialami oleh rasa ini, terbayar sudah ketika kau berpura tak ada hal yang mengganggu pertahananmu.
Bisakah seseorang tuk katakan padaku. Semua yang berada di kepalaku hanyalah halusinasi dan ilusi semata. Kenangan berpacu waktu yang berselang-seling dengan jarak yang jauh dan dekat. Bisakah kita lebih bijak mengartikan semua ini. Bahkan kita tak pernah benar-benar mempererat ikatannya. Bahkan ketika kita tak mengakui apa yang telah kita lalui bersama.
Pernah ku katakan, bahwa mungkin esok bukanlah waktu kita. Kita hanya berperan untuk saat ini saja. Lalu bagaimana dunia ini merasa terisi hanya oleh kelemahan hati yang hanya pasrah akan takdirnya. Mungkin ini alasanku untuk tidak bosan melalui jalan yang sama dan mungkin terjangan yang sama setiap saatnya.
Merekapun mengatakan bahwa aku tidak pernah belajar dari pengalaman. Namun entahlah kenapa kata itu terdengar menyayat. Ketahuilah, aku hanya ingin tertawa menuliskan kisah ini. Padahal kita selalu diberi kemudahan dan jauh dari yang dinamakan kesulitan. Hanya saja ada kerumitan dalam kepalaku yang kupaksakan untukmu membuatnya lebih sederhana. Lagi-lagi kau tak mampu menyederhanakannya dan malah membantuku menjadi lebih kosong daripada sebelumnya.
Hai senyum yang indah.. kau adalah satu-satunya alasan kenapa hati ini jatuh dan bangkit lagi. Tawa canda dongkol yang menyebalkan, perbedaan yang tak dapat dijelaskan dengan kata. Yang tak pernah mencoba tuk dijelaskan. Tapi semua hanya sedang lewat. Entahlah mungkin pandanganku, visualisasiku yang berlebih berharap pada orang di saat yang bukan waktunya.
Semuanya mengalir, angin selalu menunjukkan arah yang tidak dapat ditebak, karena kita bukan ahlinya. Bukan malah saling mengerti, jarak yang tak berbatas malah membuat kita semakin saling tidak memahami. Hanya tawa yang ingin kupekikkan ke udara saat ini. Menyadari bahwa menyelami cinta begitu sulit tanpa panduan.
Namun ketika kau menemukan alasan untuk membangkitkan hidupmu untuk masa depanmu, bukan karena cintamu padanya juga bukan karena kecintaannya padamu. Kau seperti mendapat angin sejuk saat panas berada di atasmu. Kau berada di tengah kebun, padang rumput, dan taman yang indah. Senandung merdu sang bidadari bermain indah di telingamu. Ayunan yang menarik tubuhmu, menyaksikan ilalang yang melambai.
Tapi bukan itu yang menjadi poinnya. Saat benci dan marah serta kekecewaan yang kau bangun itu telah runtuh. Hanya damai yang kau rasakan dalam hati. Tenang dan membiarkan genggamanmu lepas. Ia yang sedang terjerat begitu saja kau keluarkan dan membiarkannya menghirup udara segar dengan bebas. Dan kebebasan yang sesungguhnya adalah membiarkan orang lain membebaskan dirinya darimu. Walau awalnya tubuhmu mulai tak mampu menopang jiwamu, itulah saat energi barumu mengisi sukmamu. Kau akan lebih kuat setelah itu. Dan tanpa kau sadari ia juga lebih kuat dari sebelumnya. Kalian menjadi sosok yang benar-benar kalian inginkan walaupun kalian tak berada di tempat yang sama. Kalian menjadi kebanggaan walau hanya dapat saling menyebut nama dalam sisipan doa. Dan akhirnya orang lain lah yang kan mengisi hidup kalian menjadi lebih sempurna. Walau setiap kenangan bersamanya begitu berarti dan bermakna tak dapat terhapuskan, namun tanpa itu kalian pun tak dapat menjadi jiwa baru dan menemukan cinta yang baru. Untuk itu berbahagialah.


No comments:

Post a Comment