Selalu kupertanyakan pada diriku, apa makna hidupku
hingga saat ini kumenuliskannya. Sebaik apapun matamu memandang seseorang di
depanmu tetap saja ada hal yang tidak kau ketahui darinya. Mau darimana kamu
memalingkan wajah darinya. Senyum kecilmu sudah ketahuan. Kau memang
mencintainya.
Aku bukan kata-kata indah mengalun dalam puisimu. Aku
juga bukanlah visualisasi masa depanmu saat kau mencoba memejamkan matamu. Lalu
kuingin katakan padamu, bukankah bunga itu lebih indah dari apa yang kau lihat
di sampingmu sekarang? Lalu kubertanya lagi, pernahkah ada pujian, walau
sedikit? Walau hanya tertahan di bibir dan sampai tak dapat kau ucapkan.
Bukankah aku sudah mampu menebaknya.
Aku selalu membangun senyum indah ketika sepasang mata
itu mulai menatap. Seakan wajahnya tak merespon. Seakan hatinya tak bergetar,
dan seakan jiwanya tak merasakan kesenangan. Kau hanya bersikap sangat biasa.
Sedang aku yang ingin selalu tertawa melihat ekspresi datar itu. Apakah mata
dan raut wajah itu mampu begitu lihai menyembunyikan perasaannya. Karena kau
pasti mengerti bagaimana rasa rindu dipendam begitu dalam dan sangat lama.
Seburuk apapun mood yang dialami oleh rasa ini, terbayar sudah ketika kau
berpura tak ada hal yang mengganggu pertahananmu.
Bisakah seseorang tuk katakan padaku. Semua yang berada
di kepalaku hanyalah halusinasi dan ilusi semata. Kenangan berpacu waktu yang
berselang-seling dengan jarak yang jauh dan dekat. Bisakah kita lebih bijak
mengartikan semua ini. Bahkan kita tak pernah benar-benar mempererat ikatannya.
Bahkan ketika kita tak mengakui apa yang telah kita lalui bersama.
Pernah ku katakan, bahwa mungkin esok bukanlah waktu
kita. Kita hanya berperan untuk saat ini saja. Lalu bagaimana dunia ini merasa
terisi hanya oleh kelemahan hati yang hanya pasrah akan takdirnya. Mungkin ini
alasanku untuk tidak bosan melalui jalan yang sama dan mungkin terjangan yang
sama setiap saatnya.
Merekapun mengatakan bahwa aku tidak pernah belajar dari
pengalaman. Namun entahlah kenapa kata itu terdengar menyayat. Ketahuilah, aku
hanya ingin tertawa menuliskan kisah ini. Padahal kita selalu diberi kemudahan
dan jauh dari yang dinamakan kesulitan. Hanya saja ada kerumitan dalam kepalaku
yang kupaksakan untukmu membuatnya lebih sederhana. Lagi-lagi kau tak mampu
menyederhanakannya dan malah membantuku menjadi lebih kosong daripada
sebelumnya.
Hai senyum yang indah.. kau adalah satu-satunya alasan
kenapa hati ini jatuh dan bangkit lagi. Tawa canda dongkol yang menyebalkan,
perbedaan yang tak dapat dijelaskan dengan kata. Yang tak pernah mencoba tuk dijelaskan.
Tapi semua hanya sedang lewat. Entahlah mungkin pandanganku, visualisasiku yang
berlebih berharap pada orang di saat yang bukan waktunya.
Semuanya mengalir, angin selalu menunjukkan arah yang
tidak dapat ditebak, karena kita bukan ahlinya. Bukan malah saling mengerti,
jarak yang tak berbatas malah membuat kita semakin saling tidak memahami. Hanya
tawa yang ingin kupekikkan ke udara saat ini. Menyadari bahwa menyelami cinta
begitu sulit tanpa panduan.
Namun ketika kau menemukan alasan untuk membangkitkan
hidupmu untuk masa depanmu, bukan karena cintamu padanya juga bukan karena
kecintaannya padamu. Kau seperti mendapat angin sejuk saat panas berada di
atasmu. Kau berada di tengah kebun, padang rumput, dan taman yang indah. Senandung
merdu sang bidadari bermain indah di telingamu. Ayunan yang menarik tubuhmu,
menyaksikan ilalang yang melambai.
Tapi bukan itu yang menjadi poinnya. Saat benci dan marah
serta kekecewaan yang kau bangun itu telah runtuh. Hanya damai yang kau rasakan
dalam hati. Tenang dan membiarkan genggamanmu lepas. Ia yang sedang terjerat
begitu saja kau keluarkan dan membiarkannya menghirup udara segar dengan bebas.
Dan kebebasan yang sesungguhnya adalah membiarkan orang lain membebaskan
dirinya darimu. Walau awalnya tubuhmu mulai tak mampu menopang jiwamu, itulah
saat energi barumu mengisi sukmamu. Kau akan lebih kuat setelah itu. Dan tanpa
kau sadari ia juga lebih kuat dari sebelumnya. Kalian menjadi sosok yang
benar-benar kalian inginkan walaupun kalian tak berada di tempat yang sama.
Kalian menjadi kebanggaan walau hanya dapat saling menyebut nama dalam sisipan
doa. Dan akhirnya orang lain lah yang kan mengisi hidup kalian menjadi lebih
sempurna. Walau setiap kenangan bersamanya begitu berarti dan bermakna tak dapat
terhapuskan, namun tanpa itu kalian pun tak dapat menjadi jiwa baru dan
menemukan cinta yang baru. Untuk itu berbahagialah.
No comments:
Post a Comment