Dan ketika kau berpikir kau sedang hidup sendirian. Kau salah besar. Kau
tak pernah mengerti hingga setiap hal menyadarkanmu lebih dari apapun. Setiap
hal di sampingmu yang selalu membuatmu bersemangat, bangkit, dan menjadi lebih
baik hingga tak terhingga lagi kau mengiranya.
Di luar prediksimu, jauh dari ekspektasimu. Lebih dari apapun menggagalkan
semua usaha mereka yang lain yang ingin mematahkan keistiqomahan dan
keselarasan hidupmu.
Lingkungan sudah memberikan jawaban, jalan atas kebenaran, dan pengertian
yang gamblang akan hidup. Hidup saat ini dan hidup selanjutnya yang lebih abadi
dan penuh dengan kebahagiaan bagi yang sukses menjalani hidup di dunia yang
awal, yang hanya sementara ini.
Kita mungkin berdiri sendiri, namun siapa yang sudah membentuk kita dari
awal, dari kita lahir. Siapa? Ibu kita, orangtua kita, guru kita, teman-teman
kita, saudara-saudara kita, tetangga, sepupu, bahkan tukang bubur di jalan bisa
ajarkan kita nilai yang sederhana tentang kehidupan. So, jangan lagi katakan
bahwa kamu sendirian. Itu hanya bisikan-bisikan menyesatkan dari alam/dimensi
lain yang ingin menghancurkanmu, hidupmu, kepercayaanmu, kebaikan dalam hatimu,
dan segala harapanmu untuk menjalani hidup dengan lebih baik.
Oke, kita lihat lagi sekeliling. Ingat kalau kita lagi nge-vlog, semua apa yang ada di sekeliling
kita akan ditangkap oleh layar smartphone
kita. So, terapkan di hidup kita. Siapa aja dan kejadian apa aja yang bikin
kita sampai hidup dengan berbagai potensi dan keahlian sejauh ini.
Pengalalaman berharga, bila positif terus kembangkan. Bila itu negatif
gunakan supaya oranglain mampu melewatinya seperti apa yang sudah kamu rasakan.
Tingkatan kita memang berbeda, namun ada tugas lebih ketika kita berada satu
tingkat di atas orang lain. Terkadang untuk menaiki satu lagi level pada hidup
kita, perlu degan cara membantu orang lain untuk naik satu level juga. Mungkin
dari proses itu ada yang membuat kita naik satu level lagi. Memang agak susah
kalau dibayangkan. Namun ini mudah. Menjadi peduli terhadap sesama membuatmu
lebih memaknakan hidup yang tidak sendirian.
Oke, terlalu melebar. Coba kita perhatikan lagi siapa saja yang telah
membentuk pribadi yang gemilang dan unik sepertimu. Siapa lagi yang kau cari
kalau bukan mereka yang telah membentukmu dan membangun dirimu setegar, sekuat
dan seindah saat ini. Mungkin terkadang kita jauh menghargai kemampuan yang
kita miliki. Tak suka ber-public speaking
bukan berarti kamu tidak memilki peran di ranah masyarakat dan publik.
Justru kamu bisa mengambil manfaat dari sana. Tidak mahir mengolah kata bukan
berarti kamu tidak memilki kelebihan lain yang mampu menjadikanmu berarti untuk
orang lain. Malah secara tidak kau sadari, banyak orang di luar sana yang suka
berbicara dan banyak bicara ingin sekali didengar dan disimak kisah hidupnya
sebagai apresiasi bahwa ia pernah menjalani hidup yang terjal dan penuh rintangan.
Menjadi realwan atau bekerja di tempat rehabilitasi maupun penjara sebagai
pendengar masalah mereka juga menjadi peluang yang baik untukmu yang pendiam
dan suka sekali menjadi pendengar dan pengamat yang baik.
Artistik memang, seni pengaturan diri dan pengaplikasiannya pada oranglain
menjadi sangat berharga bagi yang dapat diterima dengan senang hati tanpa
dilihat latar belakang hidup dan kasusnya. Walaupun bukan menjadi pribadi yang
dilihat banyak pasang mata yang menyaksikannya. Namun sangat berarti dan
bermakna bagi setiap orang yang didengar keluh kesahnya. Menarik memang, kita
sendiri yang kadang menjadi peramal terburuk tentang diri kita sendiri. Menjadi
seseorang yang asing dengan diri sendiri, padahal apa yang membuat kita bahagia
itu sudah tersedia dalam diri. Ayo, kenali diri kita. Kita jangan mencari yang
tidak ada dan melatih apa yang tidak dapat kita maksismalkan dengan baik dan
sukses. Diri malah menjadi tersiksa. Namun di sini bukan malah mematahkan
keinginan. Namun untuk apa mengusahakan yang sia-sia dan lama padahal ada jalan
lain yang lebih mudah dan hanya tinggal memoles supaya mempunyai nilai sesuai
apa yang dibutuhkan orang lain yang bisa menjadi ladang yang bisa dipanen
bersama. Berbagi bersama dan bekerja bersama.
Kita selalu mengerjakan apa pun yang menurut kita benar. Lakukan selagi
waktu tersedia dan tubuh masih tegap menghadapi segala tantangan dan rintangan.
Melakukannya dengan sistematis dan terperinci juga tidak ada salahnya. Menjadi
banyak hal dengan berbagi sepenuh hati dari hati ke hati yang lain.
Mengingat kembali niat untuk apa dan siapa kita lakukan hal-hal tadi.
Memaknai sebagai bentuk syukur atas segala yang telah dikaruniakan oleh Tuhan
juga sangat mulia. Segala motif dan faktor pendukung kenapa suatu tindakan itu
diilakukan menjadi penguat dasar bagaimana kita melakukannya dan membawanya
sampai pada goal yang kita harapkan.
Mengembalikan semua kepada orang-orang yang telah menjadikan kita sejauh
ini. Sebagai hadiah penghargaan karena mereka begitu berperan penting untuk
hidup kita. penghargaan tertinggi kita pada mereka yaitu prestasi kita.
Oke, bahas tentang prestasi. Mungkin akal kita langsung terpasang untuk
mengartikannya sebagai juara kelas, nilai 100 pada tiap ujian, pujian guru.
Nehi, bukan itu saja kawan. Banyak hal yang dapat kita sebut dnegan prestasi.
Mengajak banyak orang berubah menjadi lebih baik juga merupakan prestasi.
Membuat orang lain mendapatkan pekerjaan yang layak juga termasuk prestasi.
Ingat cakupan prestatsi itu luas. Ayo membuka pikiran dan mata kita untuk
sesuatu yang selama ini kita pahami dnegan sempit dengan ruang batas tertentu.
Ayo mainkan kata dalam pengertian yang lebih luas. Membuat orang lain tersenyum
dan bahagia juga prestasi. Badut dan para komika juga punya prestasi. So, apapun
yang menurut kalian baik dan itu potensi maksimal kalian, itulah ladang
prestasi kalian.
Paham kan, kenali potensi diri, ingat siapa yang membangun diri dan
ketetapan dalam hati, lakukan dengan setulus hati untuk hidup yang lebih baik,
latih terus dan asah terus lakukan berulang-ulang hingga menjadi mahir dan
menguasainya, lalu kembangkan ikuti kebutuhan dan untuk kesejahteraan bersama
yang lebih baik. Selamat mencoba.
No comments:
Post a Comment