Thursday, February 15, 2018

Kau Tak Pernah Sendiri

Dan ketika kau berpikir kau sedang hidup sendirian. Kau salah besar. Kau tak pernah mengerti hingga setiap hal menyadarkanmu lebih dari apapun. Setiap hal di sampingmu yang selalu membuatmu bersemangat, bangkit, dan menjadi lebih baik hingga tak terhingga lagi kau mengiranya.

Di luar prediksimu, jauh dari ekspektasimu. Lebih dari apapun menggagalkan semua usaha mereka yang lain yang ingin mematahkan keistiqomahan dan keselarasan hidupmu.

Lingkungan sudah memberikan jawaban, jalan atas kebenaran, dan pengertian yang gamblang akan hidup. Hidup saat ini dan hidup selanjutnya yang lebih abadi dan penuh dengan kebahagiaan bagi yang sukses menjalani hidup di dunia yang awal, yang hanya sementara ini.

Kita mungkin berdiri sendiri, namun siapa yang sudah membentuk kita dari awal, dari kita lahir. Siapa? Ibu kita, orangtua kita, guru kita, teman-teman kita, saudara-saudara kita, tetangga, sepupu, bahkan tukang bubur di jalan bisa ajarkan kita nilai yang sederhana tentang kehidupan. So, jangan lagi katakan bahwa kamu sendirian. Itu hanya bisikan-bisikan menyesatkan dari alam/dimensi lain yang ingin menghancurkanmu, hidupmu, kepercayaanmu, kebaikan dalam hatimu, dan segala harapanmu untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Oke, kita lihat lagi sekeliling. Ingat kalau kita lagi nge-vlog, semua apa yang ada di sekeliling kita akan ditangkap oleh layar smartphone kita. So, terapkan di hidup kita. Siapa aja dan kejadian apa aja yang bikin kita sampai hidup dengan berbagai potensi dan keahlian sejauh ini.

Pengalalaman berharga, bila positif terus kembangkan. Bila itu negatif gunakan supaya oranglain mampu melewatinya seperti apa yang sudah kamu rasakan. Tingkatan kita memang berbeda, namun ada tugas lebih ketika kita berada satu tingkat di atas orang lain. Terkadang untuk menaiki satu lagi level pada hidup kita, perlu degan cara membantu orang lain untuk naik satu level juga. Mungkin dari proses itu ada yang membuat kita naik satu level lagi. Memang agak susah kalau dibayangkan. Namun ini mudah. Menjadi peduli terhadap sesama membuatmu lebih memaknakan hidup yang tidak sendirian.

Oke, terlalu melebar. Coba kita perhatikan lagi siapa saja yang telah membentuk pribadi yang gemilang dan unik sepertimu. Siapa lagi yang kau cari kalau bukan mereka yang telah membentukmu dan membangun dirimu setegar, sekuat dan seindah saat ini. Mungkin terkadang kita jauh menghargai kemampuan yang kita miliki. Tak suka ber-public speaking bukan berarti kamu tidak memilki peran di ranah masyarakat dan publik. Justru kamu bisa mengambil manfaat dari sana. Tidak mahir mengolah kata bukan berarti kamu tidak memilki kelebihan lain yang mampu menjadikanmu berarti untuk orang lain. Malah secara tidak kau sadari, banyak orang di luar sana yang suka berbicara dan banyak bicara ingin sekali didengar dan disimak kisah hidupnya sebagai apresiasi bahwa ia pernah menjalani hidup yang terjal dan penuh rintangan. Menjadi realwan atau bekerja di tempat rehabilitasi maupun penjara sebagai pendengar masalah mereka juga menjadi peluang yang baik untukmu yang pendiam dan suka sekali menjadi pendengar dan pengamat yang baik.

Artistik memang, seni pengaturan diri dan pengaplikasiannya pada oranglain menjadi sangat berharga bagi yang dapat diterima dengan senang hati tanpa dilihat latar belakang hidup dan kasusnya. Walaupun bukan menjadi pribadi yang dilihat banyak pasang mata yang menyaksikannya. Namun sangat berarti dan bermakna bagi setiap orang yang didengar keluh kesahnya. Menarik memang, kita sendiri yang kadang menjadi peramal terburuk tentang diri kita sendiri. Menjadi seseorang yang asing dengan diri sendiri, padahal apa yang membuat kita bahagia itu sudah tersedia dalam diri. Ayo, kenali diri kita. Kita jangan mencari yang tidak ada dan melatih apa yang tidak dapat kita maksismalkan dengan baik dan sukses. Diri malah menjadi tersiksa. Namun di sini bukan malah mematahkan keinginan. Namun untuk apa mengusahakan yang sia-sia dan lama padahal ada jalan lain yang lebih mudah dan hanya tinggal memoles supaya mempunyai nilai sesuai apa yang dibutuhkan orang lain yang bisa menjadi ladang yang bisa dipanen bersama. Berbagi bersama dan bekerja bersama.

Kita selalu mengerjakan apa pun yang menurut kita benar. Lakukan selagi waktu tersedia dan tubuh masih tegap menghadapi segala tantangan dan rintangan. Melakukannya dengan sistematis dan terperinci juga tidak ada salahnya. Menjadi banyak hal dengan berbagi sepenuh hati dari hati ke hati yang lain.
Mengingat kembali niat untuk apa dan siapa kita lakukan hal-hal tadi. Memaknai sebagai bentuk syukur atas segala yang telah dikaruniakan oleh Tuhan juga sangat mulia. Segala motif dan faktor pendukung kenapa suatu tindakan itu diilakukan menjadi penguat dasar bagaimana kita melakukannya dan membawanya sampai pada goal yang kita harapkan.

Mengembalikan semua kepada orang-orang yang telah menjadikan kita sejauh ini. Sebagai hadiah penghargaan karena mereka begitu berperan penting untuk hidup kita. penghargaan tertinggi kita pada mereka yaitu prestasi kita.
Oke, bahas tentang prestasi. Mungkin akal kita langsung terpasang untuk mengartikannya sebagai juara kelas, nilai 100 pada tiap ujian, pujian guru. Nehi, bukan itu saja kawan. Banyak hal yang dapat kita sebut dnegan prestasi. Mengajak banyak orang berubah menjadi lebih baik juga merupakan prestasi. Membuat orang lain mendapatkan pekerjaan yang layak juga termasuk prestasi. Ingat cakupan prestatsi itu luas. Ayo membuka pikiran dan mata kita untuk sesuatu yang selama ini kita pahami dnegan sempit dengan ruang batas tertentu. Ayo mainkan kata dalam pengertian yang lebih luas. Membuat orang lain tersenyum dan bahagia juga prestasi. Badut dan para komika juga punya prestasi. So, apapun yang menurut kalian baik dan itu potensi maksimal kalian, itulah ladang prestasi kalian.

Paham kan, kenali potensi diri, ingat siapa yang membangun diri dan ketetapan dalam hati, lakukan dengan setulus hati untuk hidup yang lebih baik, latih terus dan asah terus lakukan berulang-ulang hingga menjadi mahir dan menguasainya, lalu kembangkan ikuti kebutuhan dan untuk kesejahteraan bersama yang lebih baik. Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment